Langsung ke konten utama

Lampung Tetap Sentra Ternak



BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Lampung tetap berupaya untuk mempertahankan status sebagai sentra ternak, terlepas akan dibangun atau tidaknya pelabuhan atau terminal khusus angkutan sapi.
"Jika pemerintah pusat akan menyiapkan itu, silakan saja. Tetapi, pemprov akan tetap berupaya membangun kemandirian. Predikat Lampung sebagai lumbung ternak harus tetap dipertahankan," ujar Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung Arinal Djunaedi, Kamis (7/2/2013).
Ia mengatakan itu menanggapi pernyataan Menteri Perhubungan EE Mangindaan yang akan membuat angkutan dan terminal atau pelabuhan khusus ternak sapi di Lampung dan Sumba. Infrastruktur itu akan dibangun terkait impor sapi bakalan dari Australia.
Lampung dan Sumba dipilih karena kedua daerah ini tercatat sebagai daerah pengangkut terbanyak sapi di Indonesia.
Arinal menambahkan, pihaknya belum mengetahui teknis pembangunan sarana transportasi dan terminal tersebut. Namun, jika betul diwujudkan, pihaknya sangat menyambut baik hal itu.
http://nasional.kompas.com/read/2013/02/07/20202889/Lampung.Tetap.Sentra.Ternak

Motto BPTU Sembawa:"Bibit Unggul Peternak Makmur"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMANFAATAN INTEGRASI TERNAK DENGAN PERKEBUNAN KARET.

Rencana Strategis dan Kebijakan Pembangunan Peternakan Nasional Menuju Swasembada Daging

1.Konsepsi swasembada daging (sapi dan  kerbau.) a).Konsep swasembada daging sapi adalah terpenuhinya konsumsi daging sapi masyarakat yang berasal dari sumber daya lokal sebesar 90%, sehingga 10% disisakan untuk impor baik sapi bakalan maupun daging. Tetapi konsep ini bukan kebijakan penerapan “kuota” tetapi dengan maksud untuk peningkatan produksi dalam negeri sehingga mencapai 90%. Peningkatan produksi dalam negeri ini akan diiringi pula oleh kebijakan lain yang bersifat  teknis maupun ekonomi yang mencakup langkah operasional peningkatan populasi dan produksi dan penjajakan kenaikkan tarif bea masuk  dan langkah-langkah penerapan SPS (Sanitary Phyto Sanitary). b).Swasembada daging sapi yang diinginkan akan bersifat berkelanjutan, artinya pencapaian swasembada akan didahului oleh swasembada yang on trend,  yang selanjutnya akan menuju kearah swasembada sepenuhnya sehingga ketahanan pangan bertumpu pada sumberdaya lokal. Sesudah tahapan-tahapan ini tercapai maka swasembada diarahkan ke…

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Cacing Pada Ternak Sapi

Pengendalian penyakit cacing adalah  salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari usaha peternakan sapi potong. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

1.Memberantas Penyakit Cacing Sejak Dini
Ternak sapi potong yang berasal dari peternakan sapi tradisional umumnya terkena penyakit cacing. Oleh sebab itu segera beri obat cacing pada bibit ternak sapi yang baru dibeli.

Jika didiamkan dan penyakit cacingnya semakin parah, pengobatan akan sia-sia. Setelah itu, lakukan pengobatan secara rutin untuk memotong siklus hidup cacing. Seperti cacing nematoda yang siklus hidupnya kurang lebih satu setengah bulan, maka berikan pengobatan dua bulan sekali.

2.Perhatikan Sanitasi pada Kandang dan Lingkungannya

  * Atur drainase kandang dan lingkungan, agar tidak lembab, basah atau banyak kubangan air

  * Bersihkan rumput-rumput liar yang ada disekitar kandang.

  * Berantas perantara perkembangan yaitu siput, sebaiknya secara biologi, misalnya dengan pemeliharaan iti…