Jumat, 02 Maret 2012

Perkembangan Situasi AI pada Unggas di Indonesia Update s/d 27 Februari 2012

1.Kasus AI yang terjadi pada unggas Periode 22-26 Februari 2012
 Jumlah kasus AI sebanyak 4 kasus di 4 desa terjadi di 4 Kab/Kota Pada 3 Provinsi, yakni Sulawesi Barat (Kota Mamuju), Jawa Timur (Pasuruan, Situbondo) dan Riau(Pekanbaru) yang telah menyebabkan kematian unggas sebanyak 262 ekor (Ayam kampung 262 ekor).
2.Kasus AI pada unggas selama bulan Februari (Periode 01-21 Feb 2012)
 Jumlah kasus AI sebanyak 43 kasus di 43 desa terjadi diKab/kota di 7 Provinsi, yakni Jawa Timur (Lumajang, Probolinggo, Ponorogo, Tuban dan Pasuruan), Jawa Barat(Cirebon, Depok, Kuningan), Sulawesi Selatan(Sidrap,Pinrang, Sopeng, Gowa dan Maros), Sulawesi Barat (Polewali Mandar), Jawa Tengah (Brebes, Pekalongan, Grobogan, Banyumas dan Karanganyar),Sumatera Utara (Deli Serdang dan Tebing Tinggi), Bali(Badung dan Buleleng) yang telah menyebabkan kematian unggas sebanyak 9.308 ekor (Ayam kampung 3.523 ekor, burung puyuh 1.700 ekor, ayam ras petelur 2.900 ekor, itik 270 ekor, ayam buras 15 ekor, ayam layer 825 ekor). Kematian pada itik dengan uji PCR positif. Keseluruhan kasus tersebut di atas sudah di respons oleh petugas PDSR
Kasus suspek Flu Burung pada manusia 1 orang di Kota Bandung, belum ada konfirmasi status pasien tersebut dari Kementerian Kesehatan. Hasil pemeriksaan terhadap sampel unggas dari sekitar lokasi rumah pasien dengan Rapid Test dan PCR hasilnya negatif virus H5N1.
Tidak terjadi peningkatan kasus AI (sporadis) pada unggas komersial (ayam ras), dan tidak terjadi kepanikan masyarakat yang berlebihan yang ditandai dengan tidak adanya penurunan harga unggas dan produknya sertatidak adanya penurunan permintaan konsumen terhadap produk unggas.
3.Kasus AI pada unggas selama bulan Januari 2012
 Sebanyak 38 kasus pada 26 Kabupaten/Kota di 11 Provinsi, yakni Jawa Tengah (Sragen, Brebes, Cilacap, Kota Tegal, Wonosobo), Jawa Timur (Lamongan, Banyuwangi, Surabaya), Jawa Barat (Bandung Barat, Bekasi, Kota Bogor), Riau (Pekanbaru, Rokan hulu), DI Yogyakarta (Gunung Kidul), Kalimantan Timur (Panajam Paser Utara, Samarinda, Bontang, Bulungan), Kalimantan Tengah (Kota Waringin Barat, Barito Timur), Jambi (Muaro Jambi), Sulawesi Selatan (Sidrap), Sulawesi Utara(Minahasa, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara), Gorontalo (Kota Gorontalo).
Jumlah kasus AI pada bulan Januari 2012 ini (38 kasus) masih jauh lebih rendah dibanding pada Januari 2011 (174 kasus) dan Januari 2010 (284 kasus)
4.Kasus AI pada Unggas selama tahun 2011.
 Jumlah kasus sebanyak 1.411 kasus yang terjadi di 29 provinsi dengan urutan kasus tertinggi hingga terendah yakni : Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Jambi, Gorontalo, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bengkulu, NTB, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Barat, Aceh, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, NTT, Kepulauan Riau, DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan terendah (Grafik-3)
Tidak terjadi kasus di tahun 2011: di Maluku, Papua, Papua Barat dan Maluku Utara.
Provinsi yang saat ini masih berstatus bebas AI adalah Maluku Utara.
Sedangkan kasus AI pada unggas komersial ayam ras, berdasarkan informasi dari Forum/Asosiasi Masyarakat Perunggasan, bahwa selama tahun 2011 relatif sedikit/menurun dibanding tahun 2010 dan dilaporkantidak ada dampak/gejolak terhadap penurunan harga dan penurunan konsumsi produk unggas.
5.Sejak terjadinya wabah AI pada unggas di Indonesia yang dideklarasi pada bulan Januari 2004, kasus secara bertahap menurun setiap tahun yakni tahun 2011sebanyak 1411 kasus. Jumlah tersebut lebih rendahdibanding tahun sebelumnya 1502 (th.2010), 2293 (th 2009), 1.413 (th 2008), 2.751 (th 2007).
6.Walaupun kasus AI pada unggas secara nasional terjadi sepanjang bulan setiap tahunnya, namun berdasarkan data laporan dari lapangan bahwa terdapat kecenderungan terjadi peningkatan kasus AI pada setiap bulan Januari sampai dengan April setiap tahunnya. Hal tersebut diindikasikan antara lain bahwa selama musim hujan terjadi perubahan suhu secara ekstrim, menyebabkan daya tahan tubuh turun sehingga berbagai penyakit unggas termasuk AI turut menyerang.
Berbagai upaya strategi pengendalian AI pada unggas pekarangan telah diintensifkan terutama melalui penerapan Deteksi, Lapor dan dan Respon Cepat di lapangan oleh Tim PDSR (Tim Surveilans dan Respon Cepat AI) sehingga jumlah kasus AI pada unggas pekarangan sementara ini mampu diminimalisir, terutama guna mencegah penularannya ke manusia.
7.Guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus AI pada unggas di bulan Januari s/d April setiap tahunnya bersamaan dengan perubahan iklim yang ekstrim di musim penghujan, maka telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Pertanian kepada para Gubernur No. 35 tanggal 26 Januari 2012 guna meningkatkan pelaksanaan8 Strategi Utama Pengendalian AI pada unggas adalah (1) Biosekuriti (2) Depopulasi (3) Surveilans (4) Vaksinasi (5) Pengawasan Lalu Lintas Unggas (6) Restrukturisasi Usaha Perunggasan (7) Public Awareness (8) Penegakan peraturan dan penerapan SOP
8.Guna lebih meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat telah berfungsi secara aktif SMS/Call Center AI- Direktorat Kesehatan Hewan pada nomor HP : 08118301001, disamping itu juga informasi kasus terkini dapat di upload di Website: http://ditjennak.deptan.go.id


Unit Pengendali Penyakit Avian Influenza (UPPAI) Pusat
Direktorat Kesehatan Hewan
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian
Tel/Fax : 021 7812624
Email : upp_ai@yahoo.com
 
Motto BPTU Sembawa:"Bibit Unggul Peternak Makmur"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN KOMENTAR

Pembukaan Padang Penggembalaan(Lelang Ulang)

Informasi Lelang Kode Lelang 2903212 Nama Lelang Pembukaan Padang Penggembalaan (Lelang Ulang) Alasan Pembatalan tidak...