Jumat, 24 Mei 2013

PEMANFAATAN INTEGRASI TERNAK DENGAN PERKEBUNAN KARET.



Ternak diperkebunan karet menjanjikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Lahan perkebunan karet di Sumatera, Kalimantan termasuk Sumatera Selatan berpeluang besar mengembangkan budidaya ternak di areal perkebunan karet. Sehingga tercipta perluang wira usaha – wira usaha baru dikalangan pemuda. Demikian benang merah hasil diskusi dan gagasan  muncul pada acara pelatihan Pertanian Terpadu Pemuda Binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Selatan pada tanggal 21 sd 23 Mei 2013 di kantor Balai Penelitian Perkebunan Sembawa Banyuasin Sumatera Selatan. Bertindak sebagai nara sumber adalah Dr. Ir. Simon Ginting  Peneliti Utama dari Loka Penelitian Kambing Potong Sungai Putih Deli Serdang  Sumatera Utara membawakan makalah Budidaya ternak di kebun karet dan Ir. Satria Nusantara MAgrSc (Kepala BPTU Sembawa Banyuasin Sumsel) membawakan makalah Peluang dan tantangan ternak perkebunan karet. Peserta juga akan berpraktek membuat pupuk hasil kotoran dan melihat bio gas di BPTU Sembawa bersama staf BPTU terkait  Sdr. Bontor dan Sdr. Marjito. 
Lahan perkebunan tanaman karet mempunyai potensi menyediakan pakan ternak berupa hijauan (rumput alami) dan rumput dan legume (kacang2an). Yangperlu dilakukan adalah menyesuaikan manajemen perkebunan tanaman karet dengan manajemen pemeliharaan hijauan pakan ternak. Titik kritis adalah tenak tidak direkomendasikan pada areal tanaman perkebunan karet yang belum menghasilkan, mengingat

tanaman yang masih berumur muda tersebut rentan muda rusak dan patah akibat terbentur ternak. Jenis ternak yang direkomendasikan termasuk sapi kambing dan domba. Normatif rasio ternak dengan areal perkebunan karet bervariasi tergantung ketersediaan hijauannya, secara umum rasio ternak sapi adalah 1 – 2 ekor per ha, kambing domba 8 - 12 ekor per ha areal tanaman perkebunan karet pertahun.   Kunci  utama didalam memberdayakan ternak di areal perkebunan karet adalalah disatu sisi bagaimana ternak berkembang dan produksi tanaman karet tetap aman dan berkelanjutan termasuk memastikan bahwa tidak ada pihak atau oknum yg memanfaatkan situasi dengan mengatasnamakan pengambilan hijauan tetapi sekaligus mengambil sisa hasil sadapan karet termasuk juga yang masih baru disadap. Fenomena jamur akar putih akan tumbuh   dan lalat serta kumbang berkembang sejalan dengan masuknya ternak masih dalam perdebatan, potensi kotoran ternak (padat dan cair) berpeluang menambah asupan pupuk dan dimanfaatkan sebagai sumber enerji biogas.
Mengingat prospek pasar ( dalam negeri dan pasar peluang pasar luar negeri) untuk komoditas ternak sapi,  kambing dan domba masih sangat besar maka mengintegrasikan ternak kedalam sistem kebun rakyat berpeluang meningkatkan pendapatan petani pekebundan peternak. Semoga.




Motto BPTU Sembawa:"Bibit Unggul Peternak Makmur"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN KOMENTAR

Pembukaan Padang Penggembalaan(Lelang Ulang)

Informasi Lelang Kode Lelang 2903212 Nama Lelang Pembukaan Padang Penggembalaan (Lelang Ulang) Alasan Pembatalan tidak...